Minggu, 26 Februari 2012

Teknologi Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap budaya. Makin maju suatu budaya, makin banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan. Meskipun demikian masih banyak di antara kita yang tidak menyadari akan hal itu.
Teknologi diterapkan di semua bidang kehidupan, di antaranya bidang pendidikan. Teknologi pendidikan ini beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan secara integratif, yaitu secara rasional berkembang dan terjalin dalam berbagai bidang pendidikan. Di kalangan akademik masih ada yang mempertanyakan apa sebenarnya teknologi pendidikan itu, karena di Amerika Serikat saja yang ada adalah istilah Instructional Design, Development and Evaluation (IDDE di Syracuse University, Instructional System Technology (IST di Indiana University), bahkan organisasi profesi yang ada adalah AECT (Association for Educational and Communications and Technology).
Teknologi pendidikan adalah sebuah konsep yang sangat kompleks dan memiliki definisi yang kompleks pula. Bilamana kita berfikir tentang Teknologi Pendidikan, kita dapat memikirkannya dalam tiga cara yaitu sebagai konstruksi teoritik, sebagai bidang garapan dan sebagai profesi.
Agar kita dapat mendefinisikan sebagai tiga cara tersebut maka kita hendaknya terlebih dahulu menganalisis masing-masing cara tersebut sehingga kita dapat secara benar mendefinisikan Teknologi Pendidikan sesuai dengan cara yang seharusnya. Ketiga cara tersebut adalah :
Sebagai konstruk teoritik (theoretical construct), Sebuah abstraksi yang mencakup serangkaian ide dan prinsip tentang cara bagaimana pendidikan dan pembelajaran harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi
Sebagai bidang garapan, Aplikasi ide-ide dan prinsip-prinsip teoritik untuk memecahkan masalah-masalah konkret dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Bidang tersebut meliputi teknik-teknik yang digunakan, aktivitas yang dikerjakan, informasi dan sumber yang digunakan, dan klien yang dilayani oleh para pelaksana dalam bidang tersebut
Sebagai profesi, Suatu kelompok pelaksana tertentu yang diorganisasikan memenuhi criteria tertentu, memiliki tugas-tugas tertentu dan bergabung untuk membentuk bagian tertentu dari bidang tersebut
Tidak satu pun dari tiga perspektif tersebut yang lebih betul atau lebih baik, masing-masing merupakan cara yang berbeda dalam memandang hal yang sama.
Oleh karena itu, definisi Teknologi Pendidikan yang disajikan di sini akan mengemukakan pengertian Teknologi Pendidikan dari ketiga perspektif tersebut secara keseluruhan.
Teknologi Pendidikan akan didefinisikan sebagai konstruk teoritik, menunjukkan ide dan prinsip-prinsip serta bagaimana kesemuanya disintesiskan menjadi satu kebulatan yang menyeluruh, sebagai bidang garapan menunjukkan aplikasi dan implikasi dalam praktek kehidupan sehari-hari, dan sebagai  profesi identifikasi kriteria yang harus dipenuhi oleh kelompok yang khusus bergerak di bidang ini.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian teknoogi pendidikan?
2.      Bagaimana Teknologi Pendidikan Sebagai Konstruk Teoritik, Bidang Garapan Dan Profesi, sesuai dengan latar belakang permasalahan?
3.      Apa manfaat dan kekurangan Teknologi Pendidikan?



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teknologi Pendidikan
Sebelum membahas teknologi pendidikan terlebih dahulu perlu diketahui pengertian tekologi. Kata Teknologi seringkali oleh masyarakat diartikan sebagai alat elektronik. Tapi oleh ilmuan dan ahlifilsafat ilmu pengetahuan diartikann sebagai pekerjaan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Jadi teknologi lebih mengacuh pada usaha untuk memecahkan masalah manusia.
Menurut Paul Saetiles (1968): Teknologi selain mengarah pada permesinan, teknologi meliputi proses, system, manajemen dan mekanisme kendali manusia dan bukan manusia.
Pengertian teknologi pendidikan di abad ke-20 meliputi lentera pertma proyektor slide, kemudian radio dan kemudian gambar hidup. Sedangkan abad 19 kebawah sampai 15 teknologi lebih diartikan papan tulis dan buku. Menurut Prof. Sutomo dan Drs. Sugito, M.Pd: Teknologi Pendidikan adalah peroses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia atau pendidikan.
Teknologi pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat diuraikan bahwa: Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Iya terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar, dan Teknologi Pendidikan terdiri segala teknik atau metode yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran, strategi belajar kognitif dan keterampilan belajar keritis.
Teknologi pendidikan adalah sebuah konsep yang sangat kompeks dan memiliki definisi yang kompleks pula. Bagaimana kita berfikir tentang teknologi pendidikan, kita dapat memikirkannya dalam tiga cara yaitu sebagi konstruksi reoritik, sebagi bidang garapan dan sebagai profesi. Agar kia dapat mendefinisikan sebagai tiga cara tersebut maka kita hendaknya terlebih dahulu menganalisa masing-masing cara tersebut seingga kita dapat secara benar medifinisikan teknologi pendidikan sesuai dengan cara yang seharusnya. Berikut penganalisa ketiga cara tersebut.
1.      Teknologi Pendidikan Sebagai Konstruk Teoritik
Teknologi Pendidikan sebagai konstruk teori mencakup serangkaian ide dan prinsip tentang bagaimana cara pendidikan dan pembelajaran harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi.
Selalu dikembangkan melalui kegiatan penelitian Untuk mendefinisikan Teknologi Pendidikan sebagai konstruksi teoritik hanya diperlukan karakteristik pertama di atas.
Istilah teori yang dalam pembicaraan sehari-hari sering digunakan sebagai lawan kata praktek, yang mempunyai arti yang jelas yaitu : suatu prinsip umum yang didukung oleh data sebagai penjelasan terhadap sekelompok gejala atau suatu pernyataan tentang hubungan yang berlaku terhadap sejumlah fakta, suatu prinsip atau serangkaian prinsip yang menerangkan hubungan antara berbagai fakta dan meramalkan hasil baru berdasarkan fakta tersebut.
Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia.
Karakteristik teori dapat didentifikasikan sebagai berikut :
  1. Adanya suatu gejala – harus masih ada beberapa gejala yang belum difahami sejelas-jelasnya menurut pengetahuan yang ada sekarang
  2. Menjelaskan – sebuah teori memberikan penjelasan tentang mengapa atau bagaimana gejala itu terjadi (sebagai kebalikan dari penegasan sederhana terhadap eksistensi suatu gejala)
  3. Merangkum - sebuah teori memberikan rangkuman tentang apa yang telah diketahui tentang hubungan antara sejumlah besar informasi empiric konsep dan generalisasi
  4. Memberikan orientasi – menentukan dan mempertajam fakta-fakta yang akan diteliti (dipelajari) serta membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan
  5. Mensistematiskan – memberikan skema unutuk mensistematiskan, mengklasifikasikan dan menghubungkan segala gejala, postulat dan dalil yang serasi
  6. Mengidentifikasi kesenjangan – mencari bidang-bidang yang relevan namun diabaikan atau belum dipecahkan pada masa kini maupun buat studi di masa mendatang
  7. Melahirkan strategi untuk keperluan riset – memberikan dasar untuk merumuskan hipotesis baru dan melaksanakan riset lebih mendalam berdasar atas penjelasan tersebut
  8. Prediksi – dapat mengungkap hal-hal melebihi dari apa yang bisa diketahui berdasar atas data empiric sehingga dapat membuat estimasi dan memprediksi fakta baru dan hipotesis yang belum diketahui pada saat sekarang
Teknologi pendidikan adalah suatu proses terpadu yang melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahan, mengimplemintasikan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek belajar manusia. Pemecahan masalah dalam teknologi pendidikan adalah bagaimana sumber belajar itu didesain, dipilih dan digunakan untuk menciptakan kegiatan belajar.
Paradigma baru pada teknologi pendidikan memberikan suatu pendekatan baru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan, namun demikian pendekatan baru tersebut merupakan penjabaran dan perluasan dari konsep-konsep terdahulu. Dengan demikian secara langsung masih berhubungan dengan definisi dan diskripsi bidang teknologi pendidikan yang dihasilkan sebelumnya.
2.      Teknologi Pendidikan Sebagai Bidang Garapan
Teknologi Pendidikan sebagai bidang garapan merupakana aplikasi dari ide dan prinsip teoritik untuk memecahkan masalah kongkrit dalam bidang pendidikan dan pembelajaran ( teknik yang digunakan, aktivitas yang dikerjakan, informasi dan sumber yang digunakan dan klien yang dilayani ). Lingkungan kegiatan yang merangkum komponen konsep, ketrampilan dan prosedur serta memadukannya dalam bentuk aplikasi baru. Ada tiga persyaratan atau karakteristik tambahan pada bidang garapan yaitu
Teknik Intelektual, adalah pendekatan yang digunakan oleh seseorang dalam mencari pemecahan masalah. Teknologi pendidikan memiliki satu cara dalam pemecahan masalah. Tiap fungsi pengembangan dan manajemen mempunyai teknik tersendiri yang berkaitan dengannya. Teknik tersendiri dari teknologi pendidikan adalah lebih dari jumlah bagian-bagiannya. Teknik itu melibatkan perpaduan sistematik masing-masing teknologi dari fungsi-fungsi tersebut dan saling keterhubungannya dalam satu proses terpadu dan kompleks untuk mengadakan analisi keseluruhan masalah-masalah dan kemudian menciptakan metode-metode pemecahan baru. Teknologi ini menghasilkan suatu akibat sinergistik, dengan menghasilkan keluaran-keluaran diluar dugaan berbeda jika didasarkan pada unsur-unsur yang bekerja secara terpisah dan sendiri-sendiri. Teknik intelektual yang asli itu merupakan suatu yang khas dari teknologi pendidikan dan tidak ada bidang lain yang mempergunakannya.
Aplikasi praktis, mencakup usaha merealisasikan atau mengoperasionalkan fikiran, ide dan proses. Aplikasi itu menghasilkan produk yang dapat dilihat. Sebagai contoh seorang benar-benar melaksanakan eksperimen ilmiah atau melaksanakan kegiatan pengembangan instruksional sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan dalam mengaplikasikan teknik intelektual. Kecuali itu aplikasi praktis menunjukkan bagaimana teknik intelektual itu dioperasionalkan dalam konteks strutur organisasi dan institusi dimana bidang garapan itu beroperasi.
Keunikan, berhubung definisi tersebut menunjukkan bahwa suatu bidang garapan memadukan teknik intelektual dan aplikasi praktis yang diidentifikasi oleh definisi tersebut haruslah merupakan hal unik bagi bidang garapan tersebut. Haruslah tercermin karakteristik khusus yang tidak bisa dijumpai pada bidang lain. Jika definisi tersebut dapat mewujudkan adanya teknik intelektual dan aplikasi praktis yang unik.
Jadi, definisi teknologi pendidikan sebagai bidang garapan, pertama-tama harus mendefinisikannya sebagai konstruk teoritik, kemudian mengidentifikasi teknik intelektual dan aplikasi praktis, serta kesemuanya menunjukkan keunikan bidang garapan teknologi pendidikan.
3.      Teknologi Pendidikan Sebagai Profesi
Teknologi Pendidikan sebagai profesi adalah suatu kelompok pelaksana yang diorganisasikan, memenuhi kriteria tertentu, memiliki tugas tertentu, dan bergabung untuk membentuk bagian tertentu dari bidang tersebut.
Latihan dan Sertifikasi. Latihan dalam waktu yang lama diperlukan untuk mengembangkan spesialisasi dan teknisi dalam profesi tersebut. Harus ada beberapa ketentuan tentang sifat-sifat latihan, baik melalui peraturan pemerintah maupun melalui suatu sistem akreditasi terhadap lembaga-lembaga latihan yang meliputi sifat dan isi pendidikan profesional, standar sertifikasi, standar dan ketentuan penerimaan calon peserta latihan, serta penempatan.
Standar dan Etika, Perumusan etika menunjukkan bagaimana anggota profesi itu harus bertingkah laku. Seperangkat standar memberikan petunjuk mengenai bahan, peralatan, dan fasilitas yang digunakan oleh orang-orang dalam profesi tersebut. Namum demikian, publikasi kode etik dan buku petunjuk tentang standar itu sendiri tidaklah dapat memberi jaminan apa-apa. Profesionalisasi itu terjadi bilamana dimungkinkan adanya pemaksaan yang kuat untuk melaksanakannya.
Kepemimpinan,  Kepemimpinan diperlukan untuk memanfaatkan setepat-tepatnya penemuan-penemuan yang ada sekarang dan melihat kecenderungan di masa mendatang. Namun demikian untuk menghindari keadaan banyaknya inovasi yang ada sekarang yang membuat pusing karena desakan dari luar kita, maka kepemimpinan ini harus datang dari profesi ini sendiri.
Asosiasi dan Komunikasi. Organisasi profesi yang kuat diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan karakteristik lainnya terutama standar dan etika, kepemimpinan dan latihan. Hanya organisasi yang kuat yang dapat memaksakan dengan sungguh-sungguh aplikasi praktis, standar dan etika.
Pengakuan sebagai profesi, Anggota profesi harus mempercayai adanya profesi dan bahwa mereka menjadi anggotanya. Eksistensi suatu profesi tidak dapat dipercayakan begitu saja kepada para pelaksana. Mereka harus menginginkan berdirinya dan mengakui pentingnya organisasi profesi. Mereka harus benar-benar menyadari akan keanggotaanya dalam organisasi profesi tersebut. Kesadaran ini dimanifestasikan dalam bentuk berdirinya asosiasi, terjelmanya ciri-ciri profesi lainnya dan penghargaan masyarakat umum terhadap para pelaksana bahwa ada organisasi profesi di mana mereka menjadi anggotanya.
Tanggung Jawab Profesi, Tidaklah cukup bahwa suatu profesi itu hanya sekedar menggunakan teknik intelektual untuk diaplikasikan secara praktis. Profesi harus juga mempertanggungjawabkan penggunaan teknik intelektual tersebut. Profesi harus bertanggung jawab atas penggunaan teknik intelektual dalam bekerja di masyarakat. Hendaknya senantiasa diadakan pengkajian tentang nilai kegunaannya dan jika mungkin mengambil sikap yang pasti terhadap masalah-masalah sosial yang dipengaruhi oleh hasil pekerjaan profesi tersebut.
Hubungan dengan profesi lain, Mungkin saja terdapat lebih dari satu profesi yang bekerja dalam bidang garapan teknologi pendidikan ini. Masing-masing profesi ini satu sama lain saling berhubungan baik secara eksplisit maupun implisit dalam beroperasi di bidang garapan tersebut. Hubungan ini harus diketahui, diidentifikasi, dan dikembangkan.


B.     Manfaat Teknologi Pendidikan Dan Kekurangannya
1.      Manfaat Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan:
v  Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan
v  Untuk organisir produksi, multi media sebagai dasar pengetahuan pelajar. Teknologi pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang mendukung pelajar.
v  Untuk mengakses informasi yang diperlukan
v  Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan dunia
v  Teknologi pendidikan sebagai media social untuk mendukung pelajaran dengan berbicara
v  Untuk berkolaborasi dengan orang lain
v  Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsesus antara anggota sosial
v   Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar
v  Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang mereka ketahui
v  Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan.
v  Teknologi pendidikan dapat meningkatkan fektifitas dan efesiensi proses belajar mengajar
v  Teknologi penddikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
2.       Kekurangannya
v  Pihak guru yang tidak biasa mengoperasikan atau menguasai elektronika akan tertinggalkan oleh siswa
v  Teknologi pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bisa mempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang
v  Teknologi pendidikan baik itu hadware maupun soffware membutuhkan biaya yang mahal
v  Keterbatasan sarana perasaran sekolh akan menghambat inovasi pendidikan
v  Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk hardware memerlukan kontrol yang tinggi dari guru atau orang tua terutama internet dan soffware
v  Siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal.







BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Teknologi pendidikan adalah suatu proses terpadu yang melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah pendidikan dan cara pemecahan, mengimplemintasikan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang berkenan dengan semua aspek belajar manusia.
2.      Teknologi Pendidikan didefinisikan sebagai konstruk teoritik, bidang garapan dan sebagai profesi, yang dilihat dari tiga perspektif secara keseluruhan.
3.      Karakteristik teori adalah : adanya suatu gejala, menjelaskan, merangkum, memberi orientasi, mensistematiskan, mengidentifikasi kesenjangan, melahirkan strategi untuk keperluan riset dan prediksi.
4.       Karakteristik bidang garapan adalah : teknik intelektual, aplikasi praktis, dan keunikan.
5.      Karakteristik profesi adalah : latihan dan sertifikasi, standar dan etika, kepemimpinan, asosiasi dan komunikasi, pengakuaan sebagai profesi, tanggung jawab profesi, hubungan dengan profesi lain.
B.     Saran
1.      Mahasiswa diharapkan dapat memahami Teknologi Pendidikan didefinisikan sebagai konstruk teoritik, bidang garapan dan sebagai profesi, yang dilihat dari tiga perspektif secara keseluruhan.
2.      Memperbanyak referensi sebagai bahan acuan bagi peneliti yang ingin lebih memperdalam konsep teknologi pendidikan sebagai konstruk teoritik, bidang garapan dan profesi
                                                    




REFERENSI
AECT, 1977, Defenisi Teknologi Pendidikan : Satuan Tugas Defenisi Dan Terminologi, Jakarta, Rajawali.
Miarso, Y., 2007. Makalah “Kontribusi Teknologi Pendidikan dalam Pembangunan Pendidikan“. Makalah disampaikan dalam Seminar Intenasional & Temu Ilmiah FIP/JIP se-Indonesia, Manado., 2007.
Saettler, Paul, 1968, A History of Instructional Technology, New York, Mc Graww-Hill Book Co.
Thompson, Merrit M., 1963, The History of Education, New York, Barne & Noble, Inc.
Seels, Barbara B. dan Rita C. Richey, 1994, Teknologi Pembelajaran, Jakarta, Percetakan Universitas Negeri Jakarta.
Hendra – jmr blogspot.com / 2009 / 10 / Teknologi Pendidikan Sebagai Kontruk Teoritik, Bidang Garapan Dan Profesi.
Samosirbravo.blogspot.com / 2009 / 8 / Teknologi Pendidikan Sebagai Kontruk Teoritik, Bidang Garapan Dan Profesi.
Data.Tp.ac.id / Education Teknologi Ducuments Surabaya State Universiti.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar